Wanita sebagai Gadis atau Remaja

22008WANITA SEBAGAI GADIS ATAU REMAJA

Pengertian Masa Remaja

Berdasarkan kronologis usia dan berbagai kepentingan, terdapat berbagai definisi tentang remaja, yaitu sebagai berikut :Remaja adalah individu antara umur 10- 19 tahun.

A. Karakteristik Masa Remaja

Pertumbuhan Fisik

Pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat, lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. Untuk mengimbangi pertumbuhan yang cepat itu, remaja membutuhkan makan dan tidur yang lebih banyak.

  1. Perkembangan Fungsi Organ Seksual

Fungsi organ seksual mengalami perkembangan yang kadang-kadang menimbulkan masalah dan menjadi penyebab timbulnya perkelahian, bunuh diri, dan sebagainya. Tanda-tanda perkembangan fungsi organ seksual pada anak laki-laki diantaranya adalah alat reproduksi spermanya mulai bereproduksi, ia mengalami masa mimpi yang pertama, yang tanpa sadar mengeluarkan sperma, sedangkan pada anak perempuan, rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi ( datang bulan ) yang pertama.

  1. Cara berpikir kausalitas

Yaitu menyangkut hubungan sebab dan akibat. Remaja sudah mulai berpikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua, guru, lingkungan, masih menganggapnya sebagai anak kecil. Bila guru dan orang tua tidak memahami cara berpikir remaja, akan timbul prilaku menyimpang seperti kenakalan remaja yang berwujud perkelahian antara pelajar yang sering terjadi di kota-kota besar.

  1. Emosi yang meluap-luap

Keadaan emosi remaja masih labil karena hal ini erat hubungannya denagn keadaan hormone. Emosi remaja lebih mendominasi, dan mengusai diri meraka daripada pikiran yang realities.remaja mudah terjerumus kedalam tindakan tidak bermorak, misalnya sebelum menikah, bunuh diri karena putus cinta, membunuh orang karena marah dan sebagainya.

  1. Mulai tertarik pada lawan jenis

Dalam kehidupan social remaja, meraka mulai tertarik kepada lawan jenisnya dan mulai berpacaran. Jika dalam hal ini orang tua kurang mengerti, kemudian melarangnya, akan menimbulkan masalah, dan remaja akan bersikap tertutup terhadap orang tuanya.

  1. Menarik perhatian lingkungan

Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari lingkungannya berusaha mendapatkan status dan peran seperti kegiatan remaja dikampung-kampung yang diberi peranan, misalnya mengumpulkan dana atau sumbangan kampung.

  1. Terikat dengan kelompok

Remaja dalam kehidupan social sangat tertarik pada kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua dinomerduakan sedangkan kelompoknya dinemresatukan. Hal tersebut terjadi karena dalam kelompok itu remaja dapat memenuhi kebutuhnya, seperti kebutuhan dimengerti, kkebutuhan dianggap, diperhatikan, mencari pengalaman baru, dan sebagainya. Kelompok atau geng sebenarnya tidak berbahaya asal saja orang tua dapat mengarahkan pada hal-hal yang bersifat positif.

  1. B.  Kebutuhan Masa Remaja

Kebutuham fisik, social, dan emosional pada masa remaja antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan akan kasih sayang

Kebutuhan kasih saying melipiti menerima kasih saying dari keluarga atau orang lain, pijian atau sambutan hangat dari teman-teman, menerima penghargaan atau apresiasi dari guru

  1. Kebutuhan ikut serta dan kebutuhan kelompok

Menyatakan afeksi kepada kelonpok, turut memikul tanggung jawab kelompok, serta menyatakan kesediaan dan kesetiaan pada kelompok.

  1. Kebutuhan berdiri sendiri

Remaja membutuhkan pengakuan dari lingkuanganya bahwa ia mampu melaksanakan tugas-tugas seperti yang dilakukan oleh orang dewasa, serta dapat bertanggung jawab atas sikap dan perbuatan yang dikerjakannya.

  1. Kebutuhan untuk berpretasi atau need of achievement ( yang dikenal dengan N-Ach) yang berkembang karena didorong untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan sekaligus menunjukan kemampuan psikofisis.
  2. Kebutuhan pengakuan dari orang lain

Kebutuhan untuk mendapatkan simpati dan pengakuan dari pihak lain. Remaja membutuhkan pengakuan akan kemampuannya.

  1. Kebutuhan untuk dihargai

C. Pembagian Perkembangan Masa Remaja

Dalam tahap kembangnya menuju dewasa, berdasarkan kematangan

psikososial dan seksual, semua remaja akan melewati tahapan berikut :

  1. Masa remaja awal atau dini ( early adolescence ) usia 11-13 tahun
  2. Masa remaja pertengahan ( middle adolescence ) usia 14-16 tahun
  3. Masa remaja lanjut ( late adolescence ) usia 17-20 tahun

Tahapan ini mengikuti pola yang konsisten untuk masing-masing indivudu.

Walaupun setiap tahap mempunyai ciri tertentu tetapi tidak mempunyai batas yang jelas, kerana proses tumbuh kembang berjalan secaraberkesinambungan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

 

A. Perubahan Fisik dan Psikologis pada Masa Remaja

 

  1. Karakteristik perubahan fisik remaja

Bila membicarakan mengenai perubahan fisik remaja, maka kita perlu menyebutkan hal-hal seperti karakteristik fisik remaja, perubahan hormonal remaja, tanda kematangan seksual, dan reaksi terhadap menarche/spermache. Perubahan fisik remaja yaitu terjadinya perubahan biologis yang ditandai dengan kematang organ seks primer dan sekunder, dimana kondisi tersebut dipengaruhi oleh kematangan hormone seksual.

  1. Karakteristik perubahan fisik remaja wanita.
Karakteristik remaja wanita Usia
Pertumbuhan payudara 7-13 tahun
Pertumbuhan rambut kemaluan 7-14 tahun
Pertumbuhan badan/ tubuh 9,5-14,5 tahun
Menarche 10-16,5 tahun
Pertumbuhan bulu ketika 1- tahun setelah tumbuhnya rambut pubis ( pubic hair )
  1. Karakteristik perubahan fisik remaja laki-laki
Katakteristik remaja laki-laki Usia
Pertumbuhan testis, kantong skrotum 10-13.5 tahun
Pertumbuhan rambut kemaluan 10-15 tahun
Pertumbuhan badan/tubuh 10,5-16 tahun
Pertumbuhan penis, vesika seminalis ( prostat gland ), vesika seminalis ( seminal vesicles) 11-14,5 tahun
Ejakulasi pertma dengan mengeluarkan semen Kira-kira 1 tahun setelah pertumbuhan penis
Pertumbuhan rambur wajah dan bulu ketiak Kira-kira 2 tahun setelah tampak rambut kemaluan
  1. Ciri-ciri seks primer

Pada remaja pris, pertumbuhan cirri-ciri seks primer ditandai dengan sangat cepatnya pertumbuhan testis, yaitu pada tahun pertama dan kedua, kemudian tumbuh secara lambat, dan mencapai ukuran matangnya pada usia 20 atau 21 tahun. Setelah testis mulai tembuh, penis melai bertambah panjang, pembuluh mani dan kelenjar prostat semakin membesar. Matangnya organ-organ seks tersebut menyebabkan terjadinya mimpi basah pada remaja pria.

Pada remaja wanita, kematangan organ-organ seksnya ditandai dengan berkembang rahim, vagina, dan ovarium ( indung telur secara cepat). Ovarium menghasilkan ovum ( telur ) dan mengluarkan hormon-hormon yang diperlukan untuk kehamilan, menstruasi,dan perkembangan seks sekunder. Pada masa ini terjadi menarche.

  1. Ciri-ciri seks sekunder
Wanita Pria
Tumbuh rambut pubis disekitar kemaluan dan ketiak Tumbuh rambut pubis disekitar kemaluan dan ketiak
bertambah besar buah dada Tumbuhnya janin
Bertambah besarnya pinggul Terjadinya perubahan suara yang menjadi lebih berat
Kulit halus Tumbuh kumis, jenggot, jambang, dan bulu dada
Suara melengking tinggi Bentuk tubuh segitiga bidang ( atletis )

 

 

  1. B.  Perubahan Psikologi Masa Remaja

Wanita dan pria memiliki perasaan yang hampir sama, yaitu sering merasa gelisah, resah, ada konflik batin dengan orang tua, minat meluas, tidak menetap, pergaulan, mulai berkelompok, tetapi sering muncul perasaan asing, mulai mengenal lawan jenis atau pacaran, serrta tidak sabilnya prestasi atau pelajaran sekolah.

  1. Masalah psikologi pada remaja

Perubahan fisik pada masa puber mempengaruhi semua bagian tubuh baik eksternal, maupun internal, sehingga turut mempengaruhi keadaan fisik dan psikologis remaja. Meskipun akibatnya bersifat sementara, namun menimbulkan perubahab dalam pola prilaku.

  1. Faktor-Faktor penyebab terjadinya masalah pada remaja
    1. Adanya perubahan psikologis, dan biologis, sehingga menimbulkan tertentu yang sifatnya sangat kompleks.
    2. Orang tua dan pendidik kurang siap untuk memberikan informasi yang benar dan tepat waktu kare ketidaktahuannya
    3. Perbaikan gizi yang menyebabkan menarche, menjadi lebih dini dan masih banyaknya kejadian kawin muda.
    4. Membaiknya saranan komunikasi dan transpotasi akibat kemajuan teknologi, menyebabakan mebanjirnya arus informasi dari luar yang sulit diseleksi
    5. Kurangnya pemanfaatan penggunaan sarana untuk menyalurkan gejolak remaja.

C. Masalah Psikologis Yang Terjadi Pada Masa Remaja

 

  1. Day Dreaming

Istilah mimpi basah, atau datang bulan,sama-sama menandakan kematangan seorang remaja. Mimpi basah akan terjadi pada laki-laki berusia 9-14 tahun,umumnya terjadi secara periodic berkisar sekitar 2-3 minggu sekali. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang terjadi secara alamia. Sperma ini di produksi oleh testis,yang merupakan salah satu organ reproduksi laki-laki. Ketika alat reproduksi ini mulai berfungsi maka testisnya mulai berproduksi.

Mimpi basah kita pakai untuk mengambarkan pengalaman para laki-laki yang menginjak dewasa, karena sperma baru muncul dalam kehidupan seorang anak laki2 saat ia menginjak masa pubernya,biasanya sekitar 9-14 thn. Saat itu otak mulai mengaktifkan fungsi seksual,organ-organ reproduksi mulai aktif, salah satunya testis dimana ia memproduksi sel sperma sebanyak kira-kira sejuta sampai 3 juta tiap harinya. Mimpi basah merupakan mekanisme alami untuk menguras timbunan sperma dari dalam tubuh jika tidak di keluarkan melalui mimpi,maka akan terjadi penyerapan kembali sperma oleh tubuh.ini merupakan tanda akil balik dari seorang anak laki-laki remaja, dan harus bersyukur apabila seorang anak laki-laki mengalami mimpi basah, karena itu menandakan anak laki-laki tersebut organ reproduksinya berfungsi,dan dia termasuk anak laki-laki yang normal. Masa pubertas merupakan masa penciptaan berbagai imajinasi yang teramat muluk. Sering kali di ekspresikan dengan lamunan kadang terseyum atau tertawa sendiri. Seiring dengan perkembangan mentalnya lama-lama sikap tersebut hilang dan mulai bersikap dan berfikir realities menjelang akhir usia remaja dan masa memasuki usia dewasa

  1. Rasa malu

Setiap manusia haruslah memiliki rasa malu, karena rasa malu merupakan salah satu control dalam kehidupan seseorang, tetapi apabila rasa malu itu berlebihan dan tidak masuk akal maka itu akan menjadi masalah, karena rasa malu berlebihan akan menghambat kehidupan social seseorang yang sekaligus bisa berdampak terhadap kemajuan dan kesuksesan dalam hidup dan kehidupan seseorang. Rasa malu juga merupakan kombinasi dari kegugupan social dan pengkondisian social, rasa malu dan rendah diri memiliki keterkaitan dan apabila di telusuri banyak orang yang merasa malu yang di sebabkan karena dia merasa rendah diri, rasa malu juga dapat di gambarkan semacam perasaan tidak nyaman,sementara orang yang menderita rendah diri apabila orang tersebut kurang berharga di banding dengan orang lain. Di bawah ini beberapa cara menghilangkan rasa malu berlebihan:

  • • Kenalilah rasa malu itu,apa yang membuat kamu merasa malu,apakah keadaan fisik, atau hal-hal yang bersifat psikologis.
  • • Berhentilah menyalakan orang lain untuk menutupi rasa malu.sadarilah

bahwa rasa malu itu bersumber dari dalam diri sendiri bukan dari

luar, namun jangan pernah menjalakan diri sendiri.

  • • Ketika sedang mengalami rasa malu,amatilah reaksi tubuh kamu,apakah kamu merasa tidak nyaman,gelisah,serba salah,tangan gemetar,atau reaksi fisik lainya. Telusurilah apa yang menyebabkan perasaan negative itu

muncul.

  • • Kenalilah kelemahan kamu,apa yang membuat kamu merasa malu, karena semua orang memiliki kelemahan,tidak ada orang yang sempurna

namun sebisa mungkin kita mencoba memperbaiki kelemahan tersebut.
• Kenal dan kembangkan terus kelebihan dan keistimewaan kamu,karena

seseorang selain memiliki kelemahan pasti memiliki kelebihan,dan

kelebihan itu merupan modal untuk percaya diri.

  • • Apabila kamu merasa perasaan malu itu benar-benar di luar control maka berkonsultasilah dengan seorang yang berpengalaman dan kamu percayai. Langkah terahkir adalah jumpai psikolog untuk meminta solusi permasalahan.
    • Lawan rasa malu dengan berusaha bersikap lebih santai,karana rasa malu

berlebihan akan membuat kita kelihatan kaku dan konyol.

  • • Tampilkan sisi terbaik, toljolkan kelebihan yang di miliki.
  • • Jangan takut akan penolakan dan cacian,jika di awal mental kita sudah

jatuh, maka dapat di pastikan penampilan tidak akan maksimal.

  • • Pelajari situasi, jangan sampai rasa malu,justru membuat kita terjebak

dalam situasi, harus belajar untuk tetap tenang,dan pelajari apa yang sedang terjadi.

Rasa malu dapat digambarkan seperti semacam perasaan tidak nyaman.

Biasanya berkaitan dengan membuka kepada orang lain, jadi rasa malu timbul seolah-olah kita sedang disoroti dan dinilai rendah oleh orang lain. Antara rasa malu dan rendah diri memiliki keterkaitan . jika ditelusuri banyak orang yang merasa malu, karean dia merasa rendah diri. Rasa malu diperlukan untuk mengendalikan diri kita karena berkaitan dengan etika pergaulan dan sopan santun.

  1. Antagonis social

Pada usia remaja 14-15 thn sampai 17-18thn, percepatan pertumbuhan fisik sangat menonjol dan kematangan fungsi layaknya orang dewasa akan timbul. Gejolak emosional, sebagai penyertaan perkembangan fisik sering terjadi begitu ekstrim sehingga menyulitkan remaja sendiri maupun lingkungannya. Konflik dengan orang tua,teman sebaya, umumnya akan berkembang yang sering di tandai oleh satu sisi kebutuhan untuk mandiri, sedangkan di sisi lain ketergantungan baik moril maupun materiil masi sangat besar terutama pada orang tua, dan pada kenyataannya remaja merasa belum yakin akan kebutuhan otonomi sehingga remaja sering di hadapkan pada situasi frustrasi. Anak puber sering tidak mau berkerja sama, sering membantah, dan menentang. Sering adanya kesenjangan dan konflik antara remaja dan orang tua. Faktor penyebabnya adalah sifat remaja yang ingin memperoleh kebebasan yang mengatur dirinya sendiri dan remaja berusaha untuk melepaskan diri dari lingkungan serta ikatan dengan orang tua karena mereka ingin mencari identitas diri.

  1. Antagonis seks

Antaginisme sex dapat di artikan sebagai suatu perasaan tidak senanag atau menentang suatu yang berhubungan dengan sex,yang di aplikasikan dalam sikap dan prilaku. Seorang yang mengalami hambatan sexual, tidak dapat merasakan ataupun membedakan,antara jender yang ada pada dirinya.
Factor-Faktor terjadinya antagonism sex

  • • Meskipun dia seorang laki-laki atau perempuan tidak normal yang sering kita sebut dengan gay atau lesbi, maka dia tidak akan menikmati fantasi seksual yang normal.dan dia akan gagal menikmati fantasi sexual pada dirinya.
    • Memiliki hambatan nafsu sex dengan lawan jenis
  • • Trauma perkosaan,atau melihat kejadian penyiksaan yg berhubungan dengan sex.
  • • Mendengar ceritra-ceritra tentang sex yang tidak jelas,dan yang ada hanya informasi yang salah tentang sex.(ketidak tahuan ttg info sex)
    • Hubungan keluarga dan lingkungan yang buruk,di mana beberapa orang tua mengajarkan anak gadisnya untuk mempercayai,sek adalah sesuatu yang buruk, kegiatan yang memalukan,dimana seseorang berbuat sekehendak hatinya, sex tidak pernah di bicarakan terbuka dalam keluarga.
    • Kesehatan yang buruk, mengalami penyakit fisik dan mental,namun ini
    kemungkinannya sangat kecil.
  1. Emosionalitas

Emosi menunjukkan pada suatu perasaan dan fikiran yang khas. Mudah tidaknya perasaan seseorang terpengaruh oleh kesan-kesan disebut emosionalitas ( Suryabrata S.,1994). Sejumlah penelitian tentang emosi menunjukkan bahwa perkembangan emosi remaja sangat dipengaruhi oleh faktor kematangan dan faktor belajar.

Berdasarkan emosionalitasnya manusia digolongkan menjadi dua tipe yaitu sebagai berikut

  1. Orang emosionalitasnya tinggi ( mudah terpengaruh kesan-kesan).

Orang yang emosionalitasnya tinggi mempunyai sifat mudah marah, mudah tersinggung, perhatian tidak mendalam, tidak suka ketegangan, pendirian kuat, dan selalu ingin berkuasa.

  1. Orang yang emosionalitasnya rendah ( tidak terpengaruh kesan-kesan). Orang yang memiliki emosional rendah memiliki sifat seperti berhati dingin, berhati-hati dalam menentukan pendapat, praktis, pandai menahan nafsu, suka ketegangan, dan selalu memberikan kebebasan kepada orang lain.

Macam – macam bentuk emosi yaitu marah, sedih, susah, duka, pilu, iri, takut, dan cinta. Faktor-faktor  penyebab emosionalitas pada masa puber sebagai berikut:

  1. Sedih, mudah marah, dan suasana hati yang negative sangat sering terjadi selama masa pra haid, dan awal periode haid.
  2. Kurangnya atau lemahnya kemampuan untuk mengontrol dan mengendalikan dir.
  3. Remaja berada dibawah tekanan social dan selama masa kanak-kanak dia kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan itu.
  4. Dampak dari penyesuaian diri terhadap pola perilaku baru dan harapan social baru.
  5. Kurang percaya diri

Percaya diri adalah yakin benar atau memastikan akan kemampuan dan kelebihan dirinya sendiri dalam memenuhi semua harapannya ( KBBI, 2008). Sikap dan perilaku remaja yang memiliki kurang percaya diri adalah

  1. Tidak mau mencoba sesuatu yang baru.
  2. Merasa tidak dicintai dan tidak diinginkan.
  3. Punya kecenderungan untuk melempar kesalahan pada orang lain.
  4. Memiliki emosi yang kaku dan disembunyikan.
  5. Mudah mengalami rasa frustasi dan tertekan.
  6. Meremehkan bakat dan kemampuannya sendiri.

Faktor yang menyebabkan kurang percaya diri:

  1. Faktor lingkungan keluarga
  • Hal ini mudah terjadi pada keluarga dengan orang tua yang autocrat, yaitu orang tua hanya mengatakan apa yang harus dilakukan oleh anak mereka, juga pada orang tua otoriter, yaitu anak atau remaja dapat beradaptasi dengan lingkungannya, tetapi tidak mempunyai hak dalam pengambilan keputusan.
  • Orang tua hanya mementingkan prestasi sekolah saja sehingga mereka tidak mengembangkan kemampuannya dibidang lain.
  1. Faktor fisik
  • Takut akan kegagalan karena adanya perubahan fisik dan adanya kritik dari orang tua atau teman.
  • Remaja tidak mampu menggali kelebihan pada diri sendiri, bahkan cenderung melihat kekurangannya secara berlebihan.

Sikap yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah kurang percaya diri

  1. Mengakui kelebihan orang lain dan menilai kekurangan orang lain sesuai dengan porsinya
  2. Menilai kelebihan diiri sendiri secara objektif.
  3. Mengakui kekurangan diri sendiri secara jujur.
  4. Selalu berfikir positif
  5. Sikap tidak tenang

Perubahan yang cepat pada masa remaja pubertas biasanya menyebabkan perilaku salah tingkah dan terburu-buru. Hal ini disebabkan emosi yang meluap-luap sehingga fisikpun merasakan agresivitas kementalan.

  1. Cepat merasa bosan

Anak puber bosan dengan permainan yang sebelumnya amat digemari, tugas-tugas sekolah, kegiatan-kegiatan sekolah, dan kehidupan pada umumnya. Hal ini disebabkan perubahan fisik yang tidak diimbangi dengan latihan fisik.

  1. Keinginan untuk menyendiri

Anak yang dalam masa pubertas cenderung mengasingkan diri dari lingkungannya, manakala ada masalah baik yang menyangkut masalah dalam pergaulan ataupun masalah yang berkaitan dengan harga diri. Gejala dengan menarik diri ini mencakup ketidakinginan komunikasi dengan orang lain.

10. Keengganan untuk bekerja

Keseganan untuk bekerja adalah tidak mau, tidak sudi,atau rasa malas untuk melakukan suatu pekerjaan. Ketika masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa remaja,di mana pada masa remaja sudah mulai di beri tanggung jawab untuk bekerja maka situasi seperti ini akan menjadi masalah, karena sebelumnya tiidak terbiasa dengan pekerjaan serius. Akhibatnya, manakala disodorkan pekerjaan tak jarang mereka menolak ataupun cepat lelah dalam melakukannya. Kepada orang tua di harapkan agar dapat:

1. Berkomunikasi untuk mengarahkan remaja bahwa mereka sudah mulai belajar di beri tanggung jawab.

2. Memberikan kesempatan kepada remaja untuk aktualisasi diri
3. Memberikan kesempatan kepada remaja untuk bertanggung jawab dengan apa yang di lakukan

4. Konsisten dengan menerapkan disiplin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 

A. ANAK GADIS PADA MASA ADOLESCENCE

Pada masa adolescence, biasanya akan terjadi perubahan pada diri seorang gadis baik fisik maupun psikis,walaupun akibatnya sementara akan tetapi mempengaruhi perubahan dalam pola prilaku,sikap dan kepribadian.perubahn-perubahn tersebut di antaranya:

  1. 1.   Cinta Diri

Dua kata yang perlu di jelskan dari kutipan di atas yaitu: cinta dan diri sediri.Cinta bermakna perasaan puas pada diri seseorang,sehinga suatu atau yang di cintai akan mendapat perlakuan yang istimewa dari orang yang di cintainya,mendapat penjagaan,di perlakukan secara istimewa,membayangkan keberadaannya,semua hal yang di lakukan karena cinta adalah demi menjaga keberadaan dan rasa puas yang di miliki terhadap yang di cintai.kalau yang di cintai berupa barang,maka barng tersebut tidak akan pernah di rusakan,cacat atau di rampas orang.Diri sendiri artinya bukan orang lain istilahnya yaitu “AKU”,meliputi tubuh dan batin.jadi mencintai diri sendiri adalah mencintai tubuh dan batin,bagaimana seseorang mencintai didrinya maka ia akan merawat tubuhnya,menjaganya,dan tidak akan membahayakannya.
Cinta diri merupakan sumber pergeseran dan benturan sebanyak komponen yang ada pada manusia,cinta diri menciptakan tuntutan hasrat dan kebutuhan serta kebebasan yang meluas pada manusia.ada dua kepentingan hidup yaitu kepentingan pribadi dan kepentingan umum.berkorban demi kepentingan umum menjadi tidak berarti,karena naluri cinta dirinya tidak membiarkan kehilangan kesempurnaan sedikitpun dari dirinya.berdasarkan cinta diri setiap manusia selalu mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum.

Ada 2 jenis Cinta Diri:

a. Cinta Diri Positif

1.   Terdiri dari,kecintaanmu pada dirimu,jelas melebihi kecintaanmu pada orang lain.

2. Cinta pada diri sendiri dan orang lain dapat saling berdampingan
3. Cintailah orang di sekelilingmu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri,menunjukan bahwa integritas keunikan diri serta cinta dan pengertian terhadap manusia lainya.

b. Cinta diri negative

1. di mana seseorang hanya mencintai dirinya sendiri tanpa mementingkan kepentingan orang lain.dan mementingkan kepentingan dirinya tanpa mempertimbangakan orang lain di sekelilingnya.

 

 

2. Fantasi Sexsual

Pada masa ini seseorang mulai merasakan cinta dan kasi saying satu sama lain,mempunyai perhatian yang lebih mengenai siapa dan bagaimana mereka(lawan jenis) di mata orang lain,mereka mulai merasakan ketertarikan secara sexual antara satu dengan yang lain.sehinga timbul yang di namakan rasa suka,ingin memiliki dan saling memuji.bagi remaja yang pola perkembanganya normal dalam arti dia menyadari setiap tahap perkembangan,maka tidak adanya hambatan dalam dirimya untuk melewati fase ini,akan tetapi apabila ada remaja yang memang tidak melewati fase ini maka akan terjadi keterbelakangan daya tarik atau ketertarikan dengan lawan jenis pada masanya.

3. Multiple Personality

Kepribadian ganda (tidak hanya 2 kepribadian, bisa lebih dari 2) atau multiple personality.secara mudahnya bisa di katankan 2 atau lebih jiwa yang menghuni badan dan raga seseorang.ini merupan sala satu bentuk kelainan jiwa,dalam pengertian umum kelainan jiwa tidak sama dengan sakit jiwa.sakit jiwa konotasinya seseorang yang kehilangan realitas hidupnya,tertawa sendiri,menagis,berhalusinasi.sedangkan kelainan jiwa lebih halus dari sakit jiwa,kelainan jiwa masi dalam tahap normal,tidak mengganggu dan biasanya tidak teridentifikasi bila tidak mengunakan alat tes psikologi.,contoh:rasa takut berlenihan,takut gelap,takut keramaian,takut laba-laba (secara berlebihan).kelainan jiwa ini bisa bersifat keturunan atau juga pengaruh lingkungan biasanya karena obsesi yang mendalam atau tekanan jiwa/batin yang keras dan lama.penyebab terjadinya gangguan kepribadian majemuk di akibatkan oleh penyiksaan fisik yang di lakukan oleh ibu atau bapaknya sendiri.akan terjadi pribadi dominan bisa menyadari pribadi-pribadi lainya namun pribadi asli kadang tidak menyadarinya sama sekali.

4. Psedoaafektivtat

Menurut Dr.helena deutsh bahwa relasi emosional,dari identifikasi total,di sebut PSEDOAFEKTIVITAT,yang dapat menimbulkan gejala-gejala neorologis dan patologis.ada juga gadis-gadis adoleseanse yang berbakat intelektual tinggi yang tidak mampu mengendalikan macam-macam identifikasi,dan tidak mampu membatasi wilayah identifikasinya ia sangat mudah terpengaruh oleh sugesti dari luar, sehinga ia sulit mendapatkan keseimbangan batin.Peristiwa ini memberikan efek yang destruktif merusak pada diri sendiri dan lingkunganya.contoh kongkritnya adalah:

a. Peristiwa kawin cerai berulang kali

b. Prostitusi/pelacuran

c. Berganti-ganti lapangan kerja tanpa sebab yang jelas

d. Petualangan cinta (ganti2 pacar).

Adakalnya identifikasi total ini mengakibatkan timbulnya,pribadi majemuk di mana munculnya pribadi sendiri yang tidak sama dengan pribadi yang teridentifikasi,freud menanamkan gejala tersebut sebagai fenomena hidup.proses identifikasi ini bisa berlangsung terhadap beberapa orang sehinga timbul perpecahan pribadi yang di kenal sebagai gejala majemuk pribadi.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.Esai.kesehatan25.com

http://www.g03klik.com

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s